Militer yang merana
Setelah membaca buku Citizen Soldier,aku baru sadar kalau di zaman sekarang militer harus mampu menggabungkan 3 kekuatannya yaitu kekuatan udara,kekuatan darat,dan juga kekuatan laut.Tanpa dukungan salah satu-nya maka akan menjadi kelemahan yang menguntungkan lawan.Kalau dulu pada perang dunia ke 2 serangan musuh terfokus pada pendaratan pasukan besar-besaran sekarang serangan udara lebih didahulukan untuk menggempur sasaran darat yang potensial mengganggu pergerakan pasukan.Negara yang cukup intens mengembangkan strategi ini adalah Amerika.Dulu waktu perang Arab Israel,Israel unggul karena mereka melancarkan serangan udara ke pangkalan-pangkalan udara musuh.Ini menyebabkan angkatan udara Arab lumpuh dan tidak mampu membendung serangan angkatan darat Israel.
Walau sudah banyak contoh dari keunggulan udara toh kita juga tak mampu beli pesawat jet secara paketan.Kalau misalkan Amerika menyerbu Indonesia,AU pasti akan rontok dalam sekejap,nggak usah jauh-jauh sama Singapura mungkin kita langsung takluk.Aku bayangkan kalau jet-jet tempur dengan gampang membombardir daerah-daerah militer,soalnya senjata penangkis udara kita juga kuno,belum lagi rudal anti serangan udara.Kelemahan serangan udara cuma satu yaitu kalau sasarannya nggak Mobile,maksudnya tidak bergerak seperti bangunan,penangkis udara,meriam artileri,pangkalan udara.Tapi kalau lawannya adalah pasukan gerilya pasti akan susah sebab inti perang gerilya adalah Hit and Run,tidak ekonomis kalau pesawat jet harus menggempur posisi gerilyawan karena mereka gampang berpindah-pindah.Hizbullah contoh baik soal merepotkan tentara Israel karena mereka memiliki peluncur roket yang gampang di pindahkan sehingga dapat menembaki daerah Israel lalu bersembunyi.
Soal angkatan darat kita patut berkabung dengan tank-tank yang juga sudah uzur,dalam hal kemiliteran ketinggalan jaman juga berarti pertahanan dan serangan yang lemah.Tank Amerika katanya dilengkapi struktur baja tertentu agar dapat menahan gempuran roket panggul.Dan yang paling mengherankan walau kita dulu sudah pernah di gempur (Agresi militer Belanda 2) dengan berbagai senjata canggih (pada masanya) ternyata sampai sekarang prestasi kita dalam industri kendaraan tempur cuma sebuah panser,jadi kapan bikin tanknya??Walau sudah banyak contoh dari keunggulan udara toh kita juga tak mampu beli pesawat jet secara paketan.Kalau misalkan Amerika menyerbu Indonesia,AU pasti akan rontok dalam sekejap,nggak usah jauh-jauh sama Singapura mungkin kita langsung takluk.Aku bayangkan kalau jet-jet tempur dengan gampang membombardir daerah-daerah militer,soalnya senjata penangkis udara kita juga kuno,belum lagi rudal anti serangan udara.Kelemahan serangan udara cuma satu yaitu kalau sasarannya nggak Mobile,maksudnya tidak bergerak seperti bangunan,penangkis udara,meriam artileri,pangkalan udara.Tapi kalau lawannya adalah pasukan gerilya pasti akan susah sebab inti perang gerilya adalah Hit and Run,tidak ekonomis kalau pesawat jet harus menggempur posisi gerilyawan karena mereka gampang berpindah-pindah.Hizbullah contoh baik soal merepotkan tentara Israel karena mereka memiliki peluncur roket yang gampang di pindahkan sehingga dapat menembaki daerah Israel lalu bersembunyi.
Untungnya industri kapal kita sudah bisa membuat kapal tempur ringan,walau juga mengherankan soalnya negara dengan kepulauan yang banyak ini tidak mampu membuat kapal perang sekelas Destroyer untuk melindungi kedaulatannya.
Sekarang dengan keterbatasan dana yang ada eh malah anggaran militer mau dipangkas buat suatu hal yang sebenarnya bukan urusan pemerintah.Wah mau kemana nasib militer kita???
Comments