Mencoba UGM
Ini pengalamannku dulu waktu lulus SMA coba-coba masuk ke UGM.Kita diwajibkan untuk ujian di UGM jadi aku sama temenku yaitu Pam-pam,Adit,Adam,Indra,n lupa nginep di kos-nya saudaranya Adit.Sampai disana ternyata yang namanya godaan lebih besar dari ketabahan.Hari pertama kita mencoba survey tempat duduk yang ada di gedung D3 fakultas Teknik Elektro.Memang nggak salah kalau banyak yang pengen kuliah disana,suasananya enak sekali,banyak pohon rindang.habis survei eh ternyata kita malah jalan-jalan ke Malioboro,pas di situ malah kita kehujanan,sempet khawatir sih kalau kesehatan badan jadi drop,eh ternyata nggak.
Malamnya aku nggak bisa belajar,belajar hanya sambil tidur-tiduran.Dalam hati sih sudah putus asa soalnya lawan kita ternyata berat-berat yaitu anak-anak Taruna Nusantara,keder juga sih lihat badan mereka yang tegap-tegap dan pandangan dari orang soal sekolah mereka yang paling top.Besoknya kita berangkat ke Kampus,bener juga anak-anak Taruna datangnya pakai bus,wah bisa diborong semua nih jatahnya anak-anak lain pikirku.Gedung Elektro ini sebenernya bagus juga bernuansa kuno tapi teduh karena dipayungi pohon-pohon yang besar.Aku dapat ruang kelas yang kecil dan yang paling menjengkelkan aku dapet kursi paling depan dibawah AC langsung.Kegerahan memang langsung hilang dalam hitungan detik tapi malah berganti rasa kantuk yang amat sangat.Karena saking ngantuknya penulis berulangkali mau ketiduran,tapi berusaha aku cegah sebab malu,anak-anak lain di kanan-kiriku pada tekun ngerjain soal masak aku tidur.
Akhirnya karena nggak kuat juga aku nggak sengaja menjatuhkan soalku.Mungkin karena begitu sepinya ruang itu pas soalku jatuh suaranya keras sekali.Wah jadi melek bentar,tapi ya setelah itu ngantuk lagi.Ternyata setelah lihat di pengumuman nggak ada yang keterima di UGM.Sialnya ya disitu,tapi untungnya kita nggak harus bayar uang gedung yang mahal dan SPP yang dihitung per SKS
Malamnya aku nggak bisa belajar,belajar hanya sambil tidur-tiduran.Dalam hati sih sudah putus asa soalnya lawan kita ternyata berat-berat yaitu anak-anak Taruna Nusantara,keder juga sih lihat badan mereka yang tegap-tegap dan pandangan dari orang soal sekolah mereka yang paling top.Besoknya kita berangkat ke Kampus,bener juga anak-anak Taruna datangnya pakai bus,wah bisa diborong semua nih jatahnya anak-anak lain pikirku.Gedung Elektro ini sebenernya bagus juga bernuansa kuno tapi teduh karena dipayungi pohon-pohon yang besar.Aku dapat ruang kelas yang kecil dan yang paling menjengkelkan aku dapet kursi paling depan dibawah AC langsung.Kegerahan memang langsung hilang dalam hitungan detik tapi malah berganti rasa kantuk yang amat sangat.Karena saking ngantuknya penulis berulangkali mau ketiduran,tapi berusaha aku cegah sebab malu,anak-anak lain di kanan-kiriku pada tekun ngerjain soal masak aku tidur.
Akhirnya karena nggak kuat juga aku nggak sengaja menjatuhkan soalku.Mungkin karena begitu sepinya ruang itu pas soalku jatuh suaranya keras sekali.Wah jadi melek bentar,tapi ya setelah itu ngantuk lagi.Ternyata setelah lihat di pengumuman nggak ada yang keterima di UGM.Sialnya ya disitu,tapi untungnya kita nggak harus bayar uang gedung yang mahal dan SPP yang dihitung per SKS
Comments