Romantisme Game Perang

Setelah seharian main Call of Duty:United Offense aku jadi sadar main game yang berdasar kenyataan memang asyik,berdasar kenyataan ya maksudnya dibuat berdasarkan kejadian nyata.Apalagi dirumah aku punya buku "Citizen Soldier" yang menceritakan pasukan Amerika yang berperang di German,pas pertama ku baca agak nggak nyambung tapi setelah aku main game COD suasana pertempurannya jadi nyata.Beda sekali kalau main seperti misalnya Farcry yang walaupun bagus tetapi rasanya kayak gimana gitu,dan game seperti ini biasanya mengharuskan kita menjadi pahlawan super maksudnya mengalahkan musuh yang banyak seorang diri.
Nah bagaimana kalau game perang nyata tapi diluar perang dunia?hmmm kayaknya nggak ada yang sehebat perang dunia 2.Memang kriteria senjata mereka pada masa kita udah ketinggalan jaman tapi menurutku perang dulu lebih seru (tepatnya menakutkan) karena kedua belah pihak sama-sama punya kekuatan militer yang seimbang.Bayangkan dulu setiap negara bisa membuat pesawat terbang sendiri,Jepang punya Zero,Amerika punya bejibun,Belanda punya fokker,dll.German Jepang punya tank,pesawat terbang (belakangan kena krisis bahan bakar) tentara terlatih,persenjataan berat yang banyak sehingga penerapan dalam gameplay menjadi bagus.Bayangkan dengan game jaman sekarang,perang teluk misalnya.Dalam hal persenjataan peperangan sekarang lebih didominasi Amerika,Lihat saja berapa negara sekarang yang bisa buat jet tempur??Yang terkenal cuma 3 yaitu Amerika dengan F-16,Rusia dengan MIG dan Sukhoi,dan UE dengan Taiphoon.Kalau ada negara yang mampu membuat jet biasanya belum terlalu teruji kehandalannya seperti China.Dulu setiap negara kaya mampu membuat pesawat tempur.
Dan yang membuat lebih Boring lagi adalah teknologi rudal,walau di perang sangat efektif tapi kalau dimainkan di game ya nggak seru.Mungkin kalau dulu pemboman dilakukan dengan pesawat pembom sekarang cukup dengan meluncurkan rudal-rudal ke daerah musuh seperti perang Teluk dulu.Walau dalam kenyataanya rudal memiliki kemampuan penghancuran yang dahsyat,rudal tetap nggak mampu menyerang sasaran yang mobile seperti tentara.Israel contohnya pas perang Hizbullah mereka menggunakan persenjataan canggih dan serangan dari udara tetapi semua itu gagal menhentikan perlawanan Hizbullah,diakhir perang baru terungkap kalau kelemahan pasukan Israel karena mereka terlalu mengandalkan teknologi jarak jauh dan lemah dalam pertempuran jarak pendek.
Kembali ke game,bukan berarti aku nggak suka sama perang genre lain tapi kayaknya COD masi the best.Sebabnya kapan lagi kita bisa menembak dari pesawat pengebom (pesawat pengebom dulu dilengkapi senapan mesin agar nggak di tembak jatuh musuh),kapan lagi bisa berperang dengan tank musuh dalam jarak dekat,dan kapan lagi kita bisa menggunakan senjata yang antik??
..........................

Comments

Popular Posts