Semarang Wisata Kuliner

Konon makan itu meredakan stress, kebanyakan makan malah bikin stress, kenapa kok stress? ya karena jadi kegemukkan. Temen-temenku sekarang kalau ketemu bilang kalau aku agak chubby. Walau gendut itu belum tentu jelek tapi akibat dari kegendutan itu malah lebih parah, salah satunya penyakit jantung. Nah masalahnya sulit juga buat mengurangi makan sebab di Semarang ini sama saja berwisata kuliner. Bayangin aja di Semarang ini Soto di campur mihun dan daging sapi, di Kudus sih ga pakai daging sapi tapi pakai daging kerbau. Ada juga warung bakar-bakaran, dimana semua lauk di bakar mulai dari sate usus, mendoan sampai ayam di bakar juga, mau yang ukuran kecil ada nasi kucing yang kayaknya kucing kosku aja masih belum kenyang, sop buah yang sebebnarnya potongan-potongan buah dicampur susu dan sirup, dll. Dan semuanya terjangkau sama kantong mahasiswa. Aku yang biasanya gak pernah makan yang "neko-neko" sekarang menjadi omnivora alias semua di makan. Maklum aku tinggal di keluarga yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan, jadi makan di warung kalau bisa di tempat yang terjaga kebersihannya. Makan kalau di tempat yang belum di kenal nggak boleh, karena di Semarang ga di awasi lagi ya jadinya seperti sekarang ini.

Comments

Popular Posts