Kasur sayang kasur sialan
Sebagai seorang mahasiswa aku nggak sibuk-sibuk amat. Coba kalau di hitung-hitung aktifitas paling jam 8 kuliah sampai jam 1, trus ke UPK jam 2 sampai jam 4. Dengan hitungan begitu sewajarnya kalo aku punya banyak waktu luang, tapi nyatanya toh tidak. Pagi-pagi selalu bangun tidur dalam keadaan ngantuk, nah lho kok bisa, ini mungkin gara-gara kasur palembang yang tipis.Praktis memang tinggal di gulung dan di jemur (nggak pernah kulakukan), tapi resiko dari kasur Palembang yang ultra mobile ini adalah kalau musim hujan begini rasanya kasur sial ini adalah penghantar dingin yang baik. Udah pegal-pegal gara-gara tipisnya, sebagian juga karena kapas di dalamnya udah pada beterbangan, masih juga gatel-gatel. Jadi bangun tengah malam atau bangun jam 2 tanpa sebab sudah biasa. Dan lebih parahnya aku punya kebiasaan tidur panjang. Sehabis tidur pagi bangun sebentar setelah itu tidur lagi, nanti jam 2 sampai jam 3 tidur lagi, kalau nggak hasilnya adalah kepala pusing dan senut-senut pas dengerin dosen kuliah. Efek samping lain adalah nggak bisa posting di blog ini, sebabnya untuk menghasilkan satu tulisan ini saja sudah butuh konsentrasi tingkat tinggi, iri juga sama motivator Prie cs yang kayaknya membuat satu tulisan yang sederhana begitu mudahnya dengan kalimat yang sangat menarik. Uniknya kalau tidur di rumah seakan-akan di Semarang nggak pernah tidur, begitu rebahan di kasur pegas ku langsung aja ZZZZZzzzzzz
Comments