Naik Shuttle ke dua kalinya....


Dulu kayaknya aku pernah posting mengenai Shuttlebus di Bali. Nah waktu ke Kawah Putih nggak nyangka kalau kita juga bakal pakai Shuttle bus. Sebenernya nggak bus tapi seperti Cherry bak terbuka yang di kasih atap sama tempat duduk. Aku duduk sama temen-ku (lupa semua namanya) di deket sopir. Pikiran pertama..ah paling nggak mungkin seperti Bali dulu, dan memang iya. Kali ini bangku cuma di sisi kurang dari seharusnya (instruktur bilang satu Shuttle 15 orang), mungkin di shuttle yang kunaiki cuma ada 10 orang, jadi bisa lega karena bisa ganti posisi duduk. Pertama kita berangkat aku sudah dapet perasaan nggak enak karena untuk ke kawah kita harus melalui jalan sempit mendaki, jalan-nya berlobang belum lagi kalau papasan sama mobil lain, untung bus nggak boleh lewat sini. Di kanan kiri pemandangannya di tutupi oleh lebatnya pepohonan, indah sekali, masih asri, semoga aja ini bisa bertahan sampai nanti.

Si sopir ini rupanya punya naluri pembalap, setiap ada tanjakan langsung di geber habis, alias ngebut. Masalahnya mesin mobilnya jadi berderum keras banget, baru sebentar kepala pusing karena suara mesin yang terlalu memekakkan telinga belum lagi bau knalpot (yg ku kira belerang) bikin pusing. Dengan bercanda temenku nyebut si sopir sebagai Michel Scumacher, ya emang sih gaya nyetirnya kayak pembalap belom lagi suara mesin-nya yang menderu seperti balapan di lintasan Monaco. Walau begitu sepanjang perjalanan kita tidak henti-hentinya bercanda, ya soal si Michael Schumacher dadakan yang nyetirin shuttle kita, juga hal-hal lain, temanku ada yang nyeletuk kalau di kiri kita tuh jurang cuma nggak keliatan tertutup sama pepohonan dan rerumputan tebal.

Nah kayaknya kita kena batu-nya juga, jarak 10 menit sebelum sampai Kawah putih Panther di depan mogok dalam posisi tanjakan. Otomatis kita juga berhenti kan, tapi ngeri-nya mesin kita juga mati dan langsung mundur ke belakang karena posisi di tanjakan. Dan parahnya di belakang kita ada sepeda motor juga. Waktu itu aku jadi ingat kata temenku soal jurang tadi... Nah lho jangan-jangan kita masuk jurang dan inilah akhir dari hidup kami. Terlalu berlebihan ya?
Untungnya si sopir banting setir ke kanan dan pengendara sepeda motor yang sebelumnya kita suruh minggir ke kanan bisa menyalamatkan diri dari shuttle kita.Untungnya setelah itu kita nggak usah sport jantung lagi karena telah sampai di kawah putih...Yuhhuuii....Alhamdulillah maksudnya...
Ternyata naik shuttle kedua kalinya sama parahnya!!!

Comments

Popular Posts