Playstation : Setelah Sekian Lama
Akhirnya salah satu impian saya terwujud, satu hal yang membuat saya rela menabung sejak SMP, mengurangi jajan, menjual koleksi Star Wars. Benda ini selalu membayang-bayangi aku sejak kecil, dan akhirnya sekarang setelah bertahun-tahun barulah aku bisa membeli dari hasil tabungan selama ini....benda ini adalah Playstation atau biasa disebut PS saja.

Tentu saja ini bukan PS yang pertama kali saya lihat waktu kecil, Playstation 1 terlihat begitu kecil dan ringan dibandingkan Playstation 2 generasi sesudahnya, sekarang PS menjelma menjadi home entertainment lengkap dengan harga yang lumayan mahal. Ya sebuah PS4 dijual dengan harga Rp 7.000.000 lengkap dengan 1 game. Cukup berat untuk kantong pekerja seperti aku, namun akhirnya aku putuskan untuk membeli sebuah PS4, alasannya adalah karena sekarang belum ada beban yang harus aku tanggung, belum punya pacar apalagi berumah tangga hahaha........Tentu saja yang aku khawatirkan adalah saat umur terus bertambah, memiliki beban keluarga, punya uang, namun tidak lagi memiliki minat terhadap game, terus muncul penyesalan kenapa dari dulu aku tidak beli PS.
Pertama kali menghidupkan PS seperti menghidupkan komputer, kipas di dalam PS cukup berisik sama seperti komputer. Komponen didalamnya pun spesifikasi-nya sudah seperti komputer high end, cuma yang satu ini tentu saja fokus untuk gaming. Dicolok dengan layar TV Polytron gambarnya terlihat hancur....sayang sekali apa mungkin Polytron tidak support PS?
Setelah beberapa kali utak-atik tampilan PS yang indah benar-benar keluar. Ternyata masalahnya di resolusi, TV Polytron ku tidak mampu menampilkan format 1080p sementara PS4 sendiri secara standar tampil di 1080p. Akhirnya di settingan PS aku turunkan kualitasnya menjadi 720p dan voila.... tampilan jernih PS muncul. Dan tidak salah memang kalau PS4 disebut konsol Next Gen (tahun 2014 ini) digunakan untuk main game Killzone : Shadow Fall kualitas gambarnya patut diacungi dua jempol.
Masih ingat dulu main game Tank di PS1 dengan tampilan kotak-kotak kasar namun membuat ketagihan. Sekarang di PS4 tidak ada lagi grafik kotak, semua serba halus dan detail. Contohnya di game Battlefield 4, sejenak menghampiri daun-daun kamu bisa melihat tekstur tulang daun tersebut. Luar biasa memang perkembangan game sekarang, pantas saja developer membanderol satu kaset seharga 500rb-an.

Comments