Liburan di Pengalengan : Main Paintball (2)
Nah setelah arung jeram kami dibawa pick up langsung ke lokasi Paintball. Agak deg-degan juga pertama kalinya pegang senjata paintball dan memakai pakaian bak militer. Sayang disini tidak ada yang memfoto kami, kami pun tidak bawa foto karena khawatir terkena air. Jadi tim kami dibagi dua, kelompokku tim biru terdiri dari Ana, Dina, dan Rani. Satunya kelompok merah adalah Amin, Dani, dan Putri. Yap kelompok kami memang lebih banyak, tapi banyakan perempuannya mengakibatkan tim kami lebih banyak defensif.
Tim lawan langsung berhasil mengambil bendera, nah disinilah susah-nya membidik target bergerak, lha target diam saja susah kena. Seolah-olah pelurunya bisa belok sendiri, kalau saya bidik pohon kena udara, bidik orang malah kena pohon. Karena kelompok saya tidak ada yang berani maju terpaksalah saya sebagai satu-satunya cowok di kelompok maju ke depan. Ide buruk ternyata teman....tim lawan langsung menghujani saya dengan tembakan, apes nya lagi pohon tempat saya berlindung tidak mampu menutupi tubuh tambun saya.
Alhasil peluru berdesingan diatas rambut, kiri dan kanan, dan tiba-tiba satu peluru Amin tepat menghantam bawah ketiak aku. Ada yang bilang kena peluru paintball walau bohongan tetap saja sakit...he's damn true bro...seketika bawah ketiak kiri saya sakit sekali dan cat membasahi seragam, rule-nya jika kena harus mundur ke belakang lagi. Terpaksalah saya mundur sambil meringis....kemdian aku maju lagi kali ini dengan aksi berguling diatas tanah, lari, merayap dari satu pohon ke pohon lain, aksi para tentara di film-film Hollywood benar-benar aku terapkan disini. Targetku adalah membalas Amin, posisi pas, bidik, tembak....eh senapan mengeluarkan suara tembakan tapi tidak ada cat keluar...apes! ternyata pelurunya habis. Yah sudah full action malah peluru habis, disini kalau peluru habis ya game over dan harus keluar lokasi pertempuran. Apes.
Namun tidak se-apes teman saya juga yang kena tembak kaki dari jarak dekat, bahkan ada luka memar berbentuk lingkaran dan cat yang tembus celana seragam. Setidaknya punya-ku tidak berbekas hahaha
Tim lawan langsung berhasil mengambil bendera, nah disinilah susah-nya membidik target bergerak, lha target diam saja susah kena. Seolah-olah pelurunya bisa belok sendiri, kalau saya bidik pohon kena udara, bidik orang malah kena pohon. Karena kelompok saya tidak ada yang berani maju terpaksalah saya sebagai satu-satunya cowok di kelompok maju ke depan. Ide buruk ternyata teman....tim lawan langsung menghujani saya dengan tembakan, apes nya lagi pohon tempat saya berlindung tidak mampu menutupi tubuh tambun saya.
Alhasil peluru berdesingan diatas rambut, kiri dan kanan, dan tiba-tiba satu peluru Amin tepat menghantam bawah ketiak aku. Ada yang bilang kena peluru paintball walau bohongan tetap saja sakit...he's damn true bro...seketika bawah ketiak kiri saya sakit sekali dan cat membasahi seragam, rule-nya jika kena harus mundur ke belakang lagi. Terpaksalah saya mundur sambil meringis....kemdian aku maju lagi kali ini dengan aksi berguling diatas tanah, lari, merayap dari satu pohon ke pohon lain, aksi para tentara di film-film Hollywood benar-benar aku terapkan disini. Targetku adalah membalas Amin, posisi pas, bidik, tembak....eh senapan mengeluarkan suara tembakan tapi tidak ada cat keluar...apes! ternyata pelurunya habis. Yah sudah full action malah peluru habis, disini kalau peluru habis ya game over dan harus keluar lokasi pertempuran. Apes.
Namun tidak se-apes teman saya juga yang kena tembak kaki dari jarak dekat, bahkan ada luka memar berbentuk lingkaran dan cat yang tembus celana seragam. Setidaknya punya-ku tidak berbekas hahaha
Comments