Pak Harto Memang Pahlawan
PKS tampaknya cukup menikmati iklan politiknya yang mengundang kontroversial. Belum lama reda, iklan politik peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu dengan menampilkan tiga tokoh penting Soekarno, KH Hasyim Asyari, dan KH Ahmad Dahlan. Iklan itu menuai gugatan dari NU dan Muhammadiyah.
Kini, pada momentum peringatan hari Pahlawan 10 November, PKS kembali menghadirkan politik yang menimbulkan kontroversi. Mereka memajang sejumlah figur yang disebut sebagai pahlawan dan guru bangsa.
Dalam materi iklan terbarunya, PKS memunculkan foto tokoh penting. Mulai dari Bung Karno, Pak Harto, Ahmad Dahlan, Hasyim Asyari, M Natsir, Muhammad Hatta, Jenderal Sudirman, dan Bung Tomo. Di akhir tayangan iklan, muncul suara: “Terima kasih guru bangsa, terima kasih pahlawan, kami akan melanjutkan langkah bersama PKS”.
________________________________________________________________________________
Sempat terkejut juga lihat iklan PKS kemaren, baru kali ini ada yang memasang gambar Pak Harto dan secara terang-terangan menganggap Pak Harto sebagai pahlawan. Tentu banyak pro kontra yang datang. Tapi sayangnya kita seakan-akan lupa kebaikan dan jasa-jasanya terhadap negeri ini. Bukankah pembangunan fisik di zaman Pak Harto sangat pesat bahkan Indonesia pernah mendapatkan julukan macan asia. Bukankah Pak Harto juga yang membasmi komunis ampai ke akar-akarnya dan mungkin masih banyak jasa-jasanya yang kalau kita renungkan lagi dengan kepala dingin. Pak Harto seorang diktator memang, tapi dia memang berjasa bagi kita.
Di lain pihak ada orang-orang yang terlalu fanatik sehingga tidak ingat kalau idolanya juga seorang diktator juga, contohnya Soekarno. Banyak pendukungnya yang sampai sekarang masih memujanya walaupun nyatanya Pak Karno di akhir jabatannya berubah menjadi diktator. Tentu kita ingat kalau presiden Soekarno mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup dan tentu saja menolak pembubaran PKI (yang menjadi sebab kejatuhannya). Rasanya kita juga harus memaafkan kesalahan Pak Harto dan memandang kebaikannya sebagaimana kita memandang kebaikan Pak Karno
Comments