Film Aneh yang Bikin Vegetarian
Sebelumnya aku selalu sama orang-orang vegetarian, kenapa sih mereka menolak makanan (daging) yang sudah dihalalkan oleh Allah. Dan tampaknya Allah menunjukkan padaku salah satu alasan kenapa orang jadi vegetarian. Kemaren mas kos-ku pinjemin aku 2 CD film, judulnya aneh banget. "Canibal Holocaust". Kombinasi yang aneh kan? Sudah kanibal eh holocaust lagi, apa ini ada hubungan-nya sama Nazi Jerman, atau mengenai film Hannibal Lecture yang terkenal sebagai pemakan daging manusia?. Mas-ku bilang suruh copy-in, ternyata disk 1 nggak kebaca dan Disk 2 gagal ke copy. Karena penasaran ku tonton CD 2.
Kata mas ku sih CD ini merupakan film dokumenter, bukannya film yg dibuat-buat. CD 2 dibuka dengan adegan petualangan sekelompok orang yang berusaha mencari suku terasing di pedalaman Amazon. Scene pertama orang-orang ini pada nyembelih sesuatu, entah hewan atau malah MANUSIA (sebab judulnya Canibal sih, jadi pikiran jelek terus). Di perlihatin bagaimana daging dan usus-nya di koyak-koyak, di iris-iris pakai pisau, keliatan juga kayak ada lemaknya, dari ukurannya yang gedhe kayaknya ini kalau bukan sapi, buaya, atau bahkan MANUSIA!( pikiran jelek lagi!). Trus dagingnya di bakar trus di makan rame-rame.
Dari segi pengambilan gambar terlihat kalo film ini buatan lama, kamera yang dipake aja masih keliatan berasal dari tahun 80-an. Dan terlihat kalau film ini telah di edit. Aku curiga kalau ini film palsu soalnya beberapa kali sudut pandang berganti-ganti, lagian pembawa kamera juga ikut terekam dalam film ini. Tapi di adegan selanjutnya dimana tim ini menyebrang sungai, kamerawan disebelah sana melambai ke kamera yg menyorot. Jadi kalau film ini palsu tentu tak ada satu aktorpun yang akan melambai ke kamera yang merekam kan? Jadi kayaknya kecurigaan pertama gugur.
Adegan selanjutnya saat salah seorang dari mereka di patok ular, biasanya di film-film kakinya dibebat pakai kain, nah kalau ini langsung dipotong pakai parang hutan dan DIPERLIHATKAN KE KAMERA, gimana nggak mual tuh?Tapi akhirnya tuh orang tetep mati juga. Terus mereka melanjutkan perjalanan dan akhirnya ketemu sama suku terasing. Disini juga diperlihatkan gimana suku ini menyembelih kera, morotin darahnya, trus dimakan mentah-mentah (hoeksss), udah nggak usah dibahas lagi.
Setelah itu nggak usah dilanjutin lagi sebab aku nggak minat lagi nonton film yang mempertontonkan kesadisan ini (bahkan ada bokep-nya, aneh ga tuh?) walhasil aku nggak nonton sampai selesai. Trus karena aku masih penasaran daging apaan yang dimakan tadi aku tanya mas-kos ku. eh dia jawabnya enteng aja. "Iya, memang itu daging manusia, itu kan daging temen-nya sendiri". Ugh kebayang gimana mualnya
Akibatnya selama seminggu itu aku nggak doyan makan daging, bahkan waktu beli soto ayam deket parkiran Hukum jadi kebayang-bayang lagi. Dalam hati berusaha meyakinkan diri, ini beneran daging ayam kan?). Setelah itu aku jadi lebih simpati lagi sama orang vegetarian
. Tentunya ini jadi masalah buat aku karena aku nggak suka sayur-sayuran, tapi untungnya aku suka ikan. Walau ada orang yang bilang ikan termasuk daging tapi aku menganggap ikan bukan daging, untuk hal ini tidak usah di debat ya....
Tapi 2 hari lalu ada kejadian di kos-ku yang bikin aku illfil sama ikan. yaitu pas ikan hias (arwana kali..) d kos mati.Ibu kos bilang sih mau di goreng apalagi ukurannya yang memang gedhe, tapi ternyata cuma direbus doang trus dikasih kucing. Aku tanya kenapa kok nggak jadi digoreng, ternyata pada nggak ada yang mau sebab semasa arwana nih hidup selain dikasih makan ikan juga dikasih bermacam-macam binatang seperti Cecak, Jengkrik, kecoa, malah pernah kodok. Dulu aku sering juga sih kasih kodok atau lipan ke arwana itu. Pantesan aja pada ogah semua makan ikan itu. Selanjutnya ketika aku makan ikan di luar aku selalu kepikiran, kira-kira makanan apa aja ya yang disantap ikan ini semasa hidup?. Apalagi ikan dari warung nggak jelas asal-usulnya. Kalau ditangkap di sungai jangan-jangan makan kotoran manusia kayak legenda lele dumbo, atau kalau dari penangkaran makan-nya tambah yang nggak-nggak lagi.
Tapi bukannya sayuran juga gitu, apalagi kalau dikasih pupuk dari kotoran binatang. Kan tanaman menyerap nutrisi dari kotoran tersebut. Berarti kita makan kotoran terus dong????
Kata mas ku sih CD ini merupakan film dokumenter, bukannya film yg dibuat-buat. CD 2 dibuka dengan adegan petualangan sekelompok orang yang berusaha mencari suku terasing di pedalaman Amazon. Scene pertama orang-orang ini pada nyembelih sesuatu, entah hewan atau malah MANUSIA (sebab judulnya Canibal sih, jadi pikiran jelek terus). Di perlihatin bagaimana daging dan usus-nya di koyak-koyak, di iris-iris pakai pisau, keliatan juga kayak ada lemaknya, dari ukurannya yang gedhe kayaknya ini kalau bukan sapi, buaya, atau bahkan MANUSIA!( pikiran jelek lagi!). Trus dagingnya di bakar trus di makan rame-rame.
Dari segi pengambilan gambar terlihat kalo film ini buatan lama, kamera yang dipake aja masih keliatan berasal dari tahun 80-an. Dan terlihat kalau film ini telah di edit. Aku curiga kalau ini film palsu soalnya beberapa kali sudut pandang berganti-ganti, lagian pembawa kamera juga ikut terekam dalam film ini. Tapi di adegan selanjutnya dimana tim ini menyebrang sungai, kamerawan disebelah sana melambai ke kamera yg menyorot. Jadi kalau film ini palsu tentu tak ada satu aktorpun yang akan melambai ke kamera yang merekam kan? Jadi kayaknya kecurigaan pertama gugur.
Adegan selanjutnya saat salah seorang dari mereka di patok ular, biasanya di film-film kakinya dibebat pakai kain, nah kalau ini langsung dipotong pakai parang hutan dan DIPERLIHATKAN KE KAMERA, gimana nggak mual tuh?Tapi akhirnya tuh orang tetep mati juga. Terus mereka melanjutkan perjalanan dan akhirnya ketemu sama suku terasing. Disini juga diperlihatkan gimana suku ini menyembelih kera, morotin darahnya, trus dimakan mentah-mentah (hoeksss), udah nggak usah dibahas lagi.
Setelah itu nggak usah dilanjutin lagi sebab aku nggak minat lagi nonton film yang mempertontonkan kesadisan ini (bahkan ada bokep-nya, aneh ga tuh?) walhasil aku nggak nonton sampai selesai. Trus karena aku masih penasaran daging apaan yang dimakan tadi aku tanya mas-kos ku. eh dia jawabnya enteng aja. "Iya, memang itu daging manusia, itu kan daging temen-nya sendiri". Ugh kebayang gimana mualnya
Akibatnya selama seminggu itu aku nggak doyan makan daging, bahkan waktu beli soto ayam deket parkiran Hukum jadi kebayang-bayang lagi. Dalam hati berusaha meyakinkan diri, ini beneran daging ayam kan?). Setelah itu aku jadi lebih simpati lagi sama orang vegetarian
Tapi 2 hari lalu ada kejadian di kos-ku yang bikin aku illfil sama ikan. yaitu pas ikan hias (arwana kali..) d kos mati.Ibu kos bilang sih mau di goreng apalagi ukurannya yang memang gedhe, tapi ternyata cuma direbus doang trus dikasih kucing. Aku tanya kenapa kok nggak jadi digoreng, ternyata pada nggak ada yang mau sebab semasa arwana nih hidup selain dikasih makan ikan juga dikasih bermacam-macam binatang seperti Cecak, Jengkrik, kecoa, malah pernah kodok. Dulu aku sering juga sih kasih kodok atau lipan ke arwana itu. Pantesan aja pada ogah semua makan ikan itu. Selanjutnya ketika aku makan ikan di luar aku selalu kepikiran, kira-kira makanan apa aja ya yang disantap ikan ini semasa hidup?. Apalagi ikan dari warung nggak jelas asal-usulnya. Kalau ditangkap di sungai jangan-jangan makan kotoran manusia kayak legenda lele dumbo, atau kalau dari penangkaran makan-nya tambah yang nggak-nggak lagi.
Tapi bukannya sayuran juga gitu, apalagi kalau dikasih pupuk dari kotoran binatang. Kan tanaman menyerap nutrisi dari kotoran tersebut. Berarti kita makan kotoran terus dong????
Comments